Meremajakan Kulit Wajah dengan Aman
06/09/2011 10:01:03 WIB
Peremajaan kulit, bisakah ini dilakukan dengan aman dan efektif? Ya, tentunya kita perlu mengetahui informasi tentang bahan produk dan cara apa yang aman dan efektif, serta kesabaran kita untuk mendapatkan hasil tersebut. Perlu kita sadari, perawatan yang aman dan efektif memerlukan waktu untuk mendapatkan hasil yang optimal. Ada perawatan kulit yang cepat dan dapat memberikan hasil yang efektif sementara, tetapi belum tentu dapat memberikan hasil yang aman.
Amankah Kosmetika Anda?
Wanita dan kosmetika adalah dua hal yang amat sulit dipisahkan, sebab hampir setiap hari seorang wanita menggunakan kosmetika. Mulai dari lipstik, bedak, pelembab, alas bedak sampai parfum. Tapi, hati-hati ! Selain membuat Anda terlihat jauh lebih cantik, kosmetika bisa jadi membahayakan Anda. Mungkinkah ?
Sebagai pemakai kosmetika, tentunya Anda sangat mengetahui betapa pentingnya hal tersebut dalam kehidupan Anda sehari-hari. Tapi tanpa Anda sadari, ternyata kosmetika juga memiliki segi negatif yang bisa membahayakan, terutama jika Anda tidak berhati-hati dalam mengenakannya. Apalagi kosmetika yang beredar saat ini merupakan kosmetika modern yang banyak menggunakan bahan-bahan kimia, sehingga dapat menyebabkan iritasi dan alergi. Jadi berhati-hatilah!
Kosmetika yang Aman
Sebelum membahas lebih jauh mengenai bahan-bahan kosmetika yang bisa menimbulkan reaksi iritasi dan alergi, sebaiknya Anda mengetahui lebih dahulu apa yang dimaksud dengan kosmetika.
Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan yang digosokkan, dipercikan atau disemprotkan pada tubuh manusia. Bahan atau campuran bahan ini bertujuan untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah rupa seseorang. Karena kosmetika dipakai setiap hari, jadi produk ini harus dalam keadaan aman, demikian penjelasan dari Dr. Lily Soepardiman, Sp.KK, seorang dokter ahli dalam hal perawatan kulit.
Tapi bagaimana menentukan aman atau tidaknya suatu kosmetika ?
Kriterianya harus jelas, kosmetika yang aman itu tidak menimbulkan efek samping pada kulit, rambut, kuku, mata dan saluran pernapasan. Selain itu, kosmetika yang aman juga tidak menimbulkan efek toksis dan tidak menimbulkan gangguan lingkungan.
Bagaimana Kosmetika Bisa Membahayakan?
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kosmetika sehingga ia dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. Diantaranya adalah berapa lama kosmetika tersebut kontak dengan kulit kita.
Kosmetika pelembab dan alas bedak, lebih banyak mengakibatkan efek samping dibandingkan kosmetika yang hanya sebentar saja menempel di kulit, seperti pembersih dan shampoo. Dalam hal ini, dikenal istilah ‘stay on’ dan ‘rinse off’ dalam kosmetika.
Lokasi pemakaian kosmetika juga mempengaruhi reaksi dari kosmetika itu sendiri. Misalnya kosmetika yang dikenakan di daerah sekitar mata yang kulitnya lebih tipis dan sensitif, lebih mudah menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. Begitu pula dengan pH kosmetika. Kosmetika dengan pH alkali, seperti pengeriting atau pelurus rambut akan lebih mudah memberikan reaksi iritasi.
Bentuk Reaksi Kulit Akibat Kosmetika
Setiap bahan yang ditempelkan di kulit, akan menyebabkan kelainan pada kulit. Bahan yang dapat memberikan kelainan kulit pada aplikasi pertama, disebut dengan bahan iritan. Sedangkan bahan yang menimbulkan kelainan setelah pemakaian berulang, disebut dengan sensitizer.
Sementara itu jika pemakai kosmetika mengeluh rasa kurang nyaman, seperti pusing atau mual setelah pemakaian kosmetika, sedangkan pada kulit sendiri tidak dijumpai kelainan, hal ini disebabkan intoleransi.
Mayoritas kosmetika yang banyak diminati oleh para wanita di Indonesia adalah kosmetika dengan bahan yang mudah memutihkan kulit. Kosmetika ini pada umumnya mengandung bahan pemutih hydroquinon. Bahan ini memiliki efektifitas yang tinggi dan dapat segera memutihkan kulit, namun memilik efek samping yang berbahaya. Terutama akan mengakibatkan terjadinya akumulasi pigmentasi di dalam lapisan kulit bagian bawah dan hal ini akan berlangsung berkelanjutan (rebound phenomene), serta bisa menimbulkan alergi atau iritasi, bahkan membuat kulit menjadi lebih hitam, sehingga pemakaian produk yang mengandung hydroquinon sebaiknya diawasi oleh dokter spesialis kulit.
Maka dari itu, sebaiknya Anda mulai beralih ke kosmetika yang alami seperti MIHO Cosmetics, karena 100% bebas dari bahan pemutih kimiawi hydroquinon dan berbagai jenis zat kimiawi berbahaya lainnya, sehingga untuk jangka panjang lebih aman dipakai sebagai kosmetika perawatan kulit sehari-hari (daily care).